Film-film Jenis Lain
Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan, misal tayangan “Usaha Anda” di SCTV. Film ini sendiri berfungsi sebagai alat bantu presentasi atau promosi.
Iklan Televisi (TV Commercial)
Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk(iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara eksplisit, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.
Program Televisi (TV Programme)
Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Secara umum, program televisi dibagi menjadi dua jenis yakni cerita dan noncerita. Jenis cerita terbagi menjadi dua kelompok yakni fiksi dan nonfiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (TV series), film televisi/FTV (populer lewat saluran televisi SCTV) dan film cerita pendek. Kelompok nonfiksi menggarap aneka program pendidikan, film dokumenter atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri menggarap variety show, TV quis, talkshow, dan liputan berita (news).
Video Klip (Music Video)
Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV tahun 1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang mengiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis utama (core busines) mereka. Di Indonesia tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap tahun.
Sumber: Kuliah OnLine
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
JenisJenis Film
Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’ kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert Flaherty. Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas (Susan Hayward, Key Concept in Cinema Studies, 1996, hal 72). Sekalipun Grierson mendapat tentangan dari berbagai pihak, pendapatnya tetap relevan sampai saat ini. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya, film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film documenter misalnya dokudrama (docudrama). Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuantujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap menjadi pegangan. Kini dokumenter menjadi sebuah tren tersendiri dalam perfilman dunia. Para pembuat film bisa bereksperimen dan belajar tentang banyak hal ketika terlibat dalam produksi film dokumenter. Tak hanya itu, film dokumenter juga dapat membawa keuntungan dalam jumlah yang cukup memuaskan. Ini bisa dilihat dari banyaknya film dokumenter yang bisa kita saksikan melalui saluran televisi seperti program National Geographic dan Animal Planet. Bahkan saluran televisi Discovery Channel pun mantap menasbih diri sebagai saluran televisi yang hanya menayangkan program documenter tentang keragaman alam dan budaya.
Selain untuk konsumsi televisi, film dokumenter juga lazim diikutsertakan dalam berbagai festival film di dalam dan luar negeri. Sampai akhir penyelenggaraannya tahun 1992, Festival Film Indonesia (FFI) memiliki kategori untuk penjurian jenis film dokumenter. Di Indonesia, produksi film dokumenter untuk televisi dipelopori oleh stasiun televisi pertama kita, Televisi Republik Indonesia (TVRI). Beragam film documenter tentang kebudayaan, flora dan fauna Indonesia telah banyak dihasilkan TVRI. Memasuki era televisi swasta tahun 1990, pembuatan film dokumenter untuk televisi tidak lagi dimonopoli TVRI. Semua televisi swasta menayangkan program film dokumenter, baik produksi sendiri maupun membelinya dari sejumlah rumah produksi. Salah satu gaya film dokumenter yang banyak dikenal orang, salah satunya karena ditayangkan secara serentak oleh lima stasiun swasta dan TVRI adalah Anak Seribu Pulau (Miles Production, 1995). Dokudrama ini ternyata disukai oleh banyak kalangan sehingga sekitar enam tahun kemudian program yang hampir sama dengan judul Pustaka Anak Nusantara (Yayasan SET, 2001) diproduksi untuk konsumsi televisi. Dokudrama juga mengilhami para pembuat film di Hollywood. Beberapa film terkenal juga mengambil gaya dokudrama seperti JFK (tentang presiden Kenedy), Malcom X, dan Schindler’s List.
Film Cerita Pendek (Short Films)
Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.
Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)
Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.
Sumber: Kuliah OnLine
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
Film sebagai Genre Seni
Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografifilm ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser pada penggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memanfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital. Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yang mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seni audio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
Pengertian Sinematografi
Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).
Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
Mempercepat Akses Folder Dengan Cara Mendisable Last Access Update
- Start>Run>regedit
- "HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\FileSystem"
- Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih 'DWORD Value'
- Bikin DWORD Value dengan nama 'NtfsDisableLastAccessUpdate'
- Klik kanan pada value baru terus pilih 'Modify'
- Ubah data menjadi '1'
- Klik 'OK'
- Restart
Perhatian..!!
langkah tersebut hanya berlaku untuk Hardisk yang menggunakan format NTFS... sedang untuk Hardisk yang belum menggunakan format NTFS disarankan untuk tidak melakukan cara ini.
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
CARA CEPAT MEMATIKAN KOMPUTER ANDA
1. Tekan ctrl Alt del atau klik kanan pada task bar kemudian klik task manager
2. Klik shut down
3. Tekan dan tahan tombol ctrl pada keybord anda
4. Lalu klik turn off
jika ingin me-restart computer anda dengan cepat
1. tekan ctrl Alt del atau klik kanan pada task bar kemudian klik task manager
2. Klik shut down
3. tekan dan tahan tombol ctrl pada keybord anda
4. Lalu klik Restart
Selamat mencoba…!!!
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—
Ntldr Missing
1. Baca bismillah
2. Masukkan cd windows xp anda
3. Rubah booting pada bios menjadi boot ke cd
4. Restart computer anda
5. Pergi ke recovery console
6. Tulis angka 1 (tekan enter)
7. Tulis password jika tidak pake maka langsung enter saja
8. Copy e:\i386\ntldr c:\ (tekan enter)
9. Copy e:\i386\ntdetect.com c:\ (tekan enter)
10. Bootcfg /scan (tekan enter)
11. Bootcfg /add (tekan enter) (jika anda diminta untuk dimana akan menyimpan hasil add tersebut maka pilih d: kemudian tekan enter, kalaupun ada peringatan invalid abaikan saja)
12. Restart komputer anda
13. Kembalikan lagi bootingnya ke hardisk
14. Selesai dan berhasil
15. Alhamdulillah
Catatan untuk no 6 dan 7 (e) yang dimaksud adalah drive cd/dvd room anda, maka jika drive cd/dvd room anda ada di drive f, maka anda harus menuliskan f. oke paham ya, selamat mencoba dan semoga berhasil!
sekedar dukungan buat sahabatku, semoga sukses dalam kontes seo-nya:
Stop Dreaming vs Start Action ~ Stop Dreaming Start Action ~ Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner ~ Wisata SEO Sadau ~ —¤(rIDa)¤—